"Mas, kamu enggak berubah pikiran sama sekali, 'kan, karena semua ini?" tanya Nabilla, membuat seorang lelaki yang tengah menatapnya dengan pandangan kasmaran dari sebarang mejanya mengerutkan dahi ia sibuk menebak ke mana arah pembicaraan sang pujaan hati yang selalu tampak cantik dan sempurna di matanya. "Maksud kamu, Sayang?" Nabilla tersipu mendengar panggilan sayang untuk dirinya. "Maksudnya, kamu enggak malu karena calon adik ipar kamu menikah karena sebuah kecelakaan?" Nabilla membuat tanda petik di udara saat mengucapkan kata kecelakaan yang menggambarkan pernikahan Samuel dan Meisya. "Aku takut kalau Papa Priyo, merubah pandanganya pada keluarga kami," sambung Nabilla lirih. Dimas yang semula santai terlihat membetulkan posisi duduknya, dan menatap wajah Nabilla dengan ser

