Alex berhasil melancarkan serangannya ke arah Francesco dengan melemparkan pisau belatinya dengan cepat. Francesco masih sempat menahan serangan itu menggunakan kampaknya, namun ada satu pisau yang berhasil menembus celah pertahanan kampaknya dan menggores wajahnya. Luka tipis terbuka di wajah Francesco, darah perlahan mengalir dari pipinya. Francesco yang melihat darahnya sendiri langsung menjadi sangat marah. Dengan amarah yang membabi buta, ia langsung menyerang Alex tanpa berpikir panjang. Alex memilih mundur sambil memperhatikan pergerakan Francesco, menyadari bahwa kemarahan Francesco justru membuat serangannya berubah menjadi tidak beraturan dan sulit dikendalikan. Alex kemudian mengambil jarak sejenak lalu kembali menerjang Francesco. Namun tujuan Alex kali ini bukan untuk menyer

