Bab 68

1967 Words

Melodi mengubah posisi duduknya agar bisa melihat Arwin dengan jelas. Dia memandangi wajah pria itu tanpa berkedip. Melihat Arwin dari sudut pandang seperti ini pun tidak membuat Arwin terlihat jelek.   Apa yang kamu pikirkan Melodi. Kamukan tidak memandanginya untuk memuji, batin Melodi.   Merasa diperhatikan, Arwin sedikit menolehkan kepalanya. Perasaan Arwin ternyata tidak salah, dia memang tengah diperhatikan oleh Melodi. “Kenapa?” tanyanya. Melodi tentu tidak akan repot-repot memperhatikannya jika tidak ingin bertanya sesuatu.   “Tidakkah tadi itu sedikit kejam untuk Ayahmu?”   “Tidak.”   “Apa mengalah ada di kamusmu?”   “Tentu ada dan itu untuk beberapa hal saja.”   “Dan tidak ada mengalah untuk Ayahmu?”   “Tentu ada.”   “Apa?”   “Menemaninya menonton sinetronm

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD