Di kaca yang besar ini Melodi bisa melihat jelas pantulan dirinya. Dia sudah siap untuk pergi malam ini. Dia akan mencoba mengatasi rasa takutnya. “Aku akan melakukan yang terbaik,” ucap Melodi pada dirinya sendiri. Melodi mencoba tersenyum. Dia harus memberikan senyum terbaiknya untuk mempelai yang tengah berbahagia karena pesta yang akan dihadiri Arwin adalah pesta resepsi. Karena ini hanya acara respsi, Melodi tahu jika ini tidak akan berlangsung lama. Jam diponselnya membuat Melodi sadar jika ini sudah waktunya untuk keluar dan berangkat. Arwin pasti sudah menunggunya di bawah. Dari walk in closetnya menuju depan pintu kamarnya Melodi terus mencoba menenangkan dirinya. Dia tiba-tiba merasa gugup. Baru saja Melodi menginjakkan kakinya di tangga pertama, pandangannya l

