“Wah, sekarang jauh lebih mudah karena aku sudah mencobanya.” Hyun Woo menghela nafas lega ketika dia keluar dari unit. Sekali lagi, kemajuan teknologi harus dikagumi. Pemandangan, orang-orang, dan monster dalam game terlihat sangat realistis. Pertempuran dipenuhi dengan rasa realisme. Meskipun dia sudah mulai memainkan game demi tes rekrutmen, dia pikir dia mungkin akan tenggelam dalam game ini. Namun, Hyun Woo tidak mampu untuk terobsesi dengan game secara membabi buta. Game ini hebat, tetapi baginya, itu lebih penting untuk dilakukan. Dia berada dalam situasi yang berbeda dibandingkan dengan pelamar lainnya. Itu adalah pemberian yang tidak akan bisa dia makan sendiri dan membayar biaya rumah sakit ibunya jika dia tidak bekerja. Dia tidak bisa menyerah begitu saja dan memasuki perang

