Penyihir Angkuh

1030 Words

Mengembangkan rok hitamnya sembari sedikit membungkukkan badan. Dia memberi salam, "Senang berjumpa dengan Anda, Tuan Pangeran." Gallen gelagapan dan langsung membalas, "Senang bertemu dengan Anda juga." Quintessa membuka mata. Hal yang pertama dia lihat adalah seorang perempuan cantik berambut jingga yang tengah memberi hormat. Dia memandang tanpa kedip, sama seperti Gallen tadi. Menyadari kalau ada yang sedang terpesona, penyihir tersebut kembali mengembangkan senyum arogan. "Saya terlalu cantik, Nona?" "Ya," sahut Quintessa asal. "Jangan main-main, Ra!" sentak Villana sambil melemparkan sebuah batu. Penyihir itu berbalik sambil berkacak pinggang, bermaksud untuk membantah Villana. Namun baru saja dia memutar tubuh, sebuah batu terlebih dahulu mampir di dahi. Membuat kepalanya saki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD