Jessica lebih dulu tiba di halaman kampus, sedangkan Samudera masih terlihat berjalan ke arah gerbang.
Jessica yang sudah keluar dari dalam mobil, dan sekarang sedang menutup pintu mobilnya, tanpa sadar terus menatap Samudera yang juga sekarang sedang menatapnya.
"Jessica!" panggil teman Jessica dari arah belakang, yang membuat Jessica menoleh ke arah sumber suara.
"Ada apa?" tanya Jessica panda sang teman.
"Ada suamimu di dalam kantor," jawab teman Jessica.
"Mau apa dia? Tumben," ucap Jessica yang langsung berjalan ke arah kantor untuk menemui suaminya, yang selama mereka menikah tidak pernah datang ke kampus di mana Jessica mengajar. Tapi kali ini suaminya yang dingin dan hanya mementingkan pekerjaannya datang, namun entah untuk apa.
"Hai!" sapa Antonio pada Jessica yang baru saja masuk. Antonio terlihat begitu ramah pada Jessica, dia juga terlihat tersenyum pada Jessica, hal yang jarang Jessica lihat saat mereka sedang di rumah.
"Tumben, ada apa?" tanya Jessica ingin tahu.
"Duduk dulu, nanti aku jelaskan." ajak Antonio sambil menuntun Jessica untuk duduk di sebelahnya.
"Ada apa? Kau membuatku khawatir," ungkap Jessica.
"Kedatangan ku ke sini, untuk meminta tandatangan darimu, untuk persetujuan proyek perusahaan kita yang baru," jelas Antonio pada Jessica yang wajahnya langsung terlihat kecewa. Karena tadinya Jessica pikir Antonio akan berubah pikiran soal ajaknya untuk pergi liburan bersama. Tapi ternyata kedatangan Antonio hanya untuk tanda tangannya saja.
"Proyek mana lagi?" tanya Jessica ketus. Tapi dengan tangan yang sibuk membuka lembar demi lembar dokumen yang dia pegang.
"Aku sudah mengatakan ini padamu bukan?" tanya Antonio pada Jessica.
"Mengatakan apa?" tanya Jessica lupa. Karena memang Antonio belum mengatakan apa-apa padanya.
"Perusahaan kita, akan mengontrak artis terkenal untuk jadi brand ambassador produk kita," jawab Antonio.
"Untuk apa? Bukannya kita sudah punya brand ambassador produk itu?" tanya Jessica.
"Ya. Tapi sepertinya dia sudah tidak bisa lagi menarik konsumen untuk membeli produk kita. Jadi aku putuskan untuk mengganti brand ambassador nya," jawab Antonio.
"Kau mau pakai siapa?" tanya Jessica pada Antonio setelah Jessica selesai membubuhkan tanda tangannya saja pada berkas yang Antonio berikan padanya.
"Samudera," jawab Antonio yang berhasil membuat Jessica tersedak ludahnya sendiri. Karena kaget.
"Kau kenapa?" tanya Antonio sambil memberikan segelas air pada Jessica.
"Aku tidak apa-apa. Tapi apakah benar kau mau memakai Samudera sebagai brand ambassador produk perusahaan mu?" tanya Jessica memastikan.
"Aku serius! Tapi aku ragu dia mau menerima tawaran kita," ungkap Antonio pada Jessica.
"Kenapa kau ragu? Kau tinggal tawarkan bayaran tinggi untuk nya," ucap Jessica.
"Itulah masalahnya, dia tidak tertarik pada uang yang banyak. Dia hanya mau menerima tawaran sebagai brand ambassador jika produk yang akan dia pasarkan bagus," jawab Antonio yang terlihat ragu.
"Jadi kau ragu dengan kualitas produkmu sendiri?" tanya Jessica pada Antonio.
"Tidak!" jawab Antonio yakin sebab dari dulu sampai sekarang, perusahaan mereka selalu mengutamakan kualitas, bukan hanya semata mencari keuntungan yang banyak.
"Kalau begitu, kenapa kau takut dia akan menolak tawaran mu?" tanya Jessica.
Antonio tidak menjawab pertanyaan Jessica, karena Antonio langsung pergi setelah mendapatkan tandatangan istrinya itu.
Jessica yang ditinggalkan hanya bisa diam, sambil menatap kepergian Antonio. Karena setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, Antonio langsung pergi begitu saja.
"Nasibmu memang sangat buruk, Jessica! Karena harus terus bertahan dalam hubungan pernikahan tanpa perasaan seperti ini," ucap Jessica pada dirinya sendiri.
Setelah kepergian suaminya, Jessica kembali pada rutinitasnya, yaitu mengajar. Tapi kali ini ada yang berbeda. Karena Jessica harus menggantikan temannya yang tidak bisa masuk untuk memberikan bimbingan pada mahasiwa baru, yang salah satunya adalah Samudera.
"Selamat pagi!" sapa Jessica saat memasuki ruangan kampus.
"Pagi!" saut mahasiswa bersamaan.
"Perkenalkan Saya Jessica, saya dosen pengganti untuk hari ini. Jadi karena kita baru masuk di hari pertama, kalian cukup membuat biodata kalian, kemudian kumpulkan di atas meja saya," ucap Jessica yang beberapa kali terlihat mencuri pandang ke arah Samudera duduk, begitu juga dengan Samudera yang beberapa kali terlihat menatap Jessica dengan tatapan kagum.
"Ayolah, Jessica! jangan gila," ucap Jessica dalam hati karena Jessica terus melirik ke arah Samudera, hingga akhirnya mereka bertemu tatap, dan tanpa diduga Samudera malah tersenyum kecil pada Jessica membuat jantung Jessica rasanya mau lepas dari tempatnya, karena tidak tahan dengan pesona pria muda itu.
"Kenapa aku malah jadi salah tingkah seperti ini?" tanya Samudera yang juga merasakan hal yang sama seperti Jessica.
Tidak terasa satu jam berlalu begitu saja, sampai akhirnya tugas Jessica sebagai dosen pengganti selesai.
"Apa setelah ini kau mau mengajar lagi?" tanya Samudera sambil berjalan di sebelah Jessica.
"Sepertinya tidak ada, memangnya kenapa?" tanya Jessica sambil menghentikan langkahnya.
"Kau masih bertanya?" tanya Samudera sambil tersenyum miris, hingga membuat Jessica bingung.
"Kau tidak ingat kalau kau sudah menabrak motorku?"
"Sial! Aku lupa,"
"Aku tunggu di tempat tadi, setelah itu antarkan aku ke tempat kerja ku, karena hari ini aku ada suting. Aku tidak boleh terlambat, jadi tolong jalan lebih cepat," ucap Samudera sambil berjalan mendahului Jessica yang masih terlihat bingung.