Dering telepon selalu menjadi makananku sehari-hari, tersenyum ramah kepada setiap orang, hingga merasa lelah, kelaparan, bersemangat kembali dan merasa bebas saat perjalanan menuju kerumah. Iya, itu adalah kegiatanku setiap hari dalam bekerja. Apa ada beban? pasti ada, konflik dalam bekerja masalah demi masalah, namun tidak seberat yang lain karena posisi masih pemula jadi masih ada senior dan atasan yang sangat membantu, jadi fokusku hanya bangun, bekerja, pulang dan tidur. Kurang lebih saat bersekolah dulu aktivitas yang kulakukan masih jauh lebih beragam dengan kesibukan berbeda di ekstrakulikuler, tapi hidup yang monoton dimulai setelah tamat SMA, saat mulai merantau untuk melanjutkan pendidikan diploma untuk satu tahun aktivitas yang sama dan siklus waktu yang mirip terus berulang-ulang kualami.
Setelah tamat diploma dan lanjut bekerja, disana aku mulai berpikir untuk memulai hal yang baru. Aku cukup berbeda dari yang lain, tidak terlalu suka untuk bergaul dan hang out ke banyak tempat padahal diriku berada di pusat kota yang besar, ada banyak hal menarik untuk dicoba dan dinikmati sebagai anak muda yang baru belajar menapaki dunia orang dewasa. Tapi aku yang polos tidak ingin merugikan diri sendiri dengan tindakanku, banyak hal yang kupikirkan apalagi saat itu diriku masih tahap belajar bekerja jadi uang yang diterima tidak banyak karena masih tahap pemula.
Setahun setelah beradaptasi dengan dunia bekerja, hasratku ingin sekali berkuliah dan mendapatkan gelar sarjana. Saat itu yang kupikir, menjadi sarjana itu keren apalagi setelah memiliki gelar dibelakang nama kita, itu adalah suatu kebanggaan tersendiri. Jadi mulailah diriku mencari informasi mengenai perkuliahan yang dimana bisa kita ambil sekaligus bekerja. Jaman dulu saat berkualiah kita akan fokus untuk hal itu saja tapi masa kini kuliah sambil bekerja sudah lumrah dan makin diminati oleh kebanyakan orang. Waktu jadi tidak terbuang sia-sia, dan dengan bekerja bisa membantu meringankan beban biaya untuk kuliah itu sendiri.
Setelah berkonsultasi dengan banyak pihak, dari orang tua yang akan membantu biaya selama kuliah, atasan di tempat kerja karena waktu bekerja dalam sehari akan terisi dengan kuliah dan pasti akan memerlukan permintaan jam kerja tertentu agar bisa menjalani kehidupan kuliah dengan nyaman, dan juga dengan pihak kampus untuk saran dan regulasi selama berkuliah disana saat mahasiswa masih terikat aktif bekerja, aku dengan yakin memutuskan untuk melanjutkan studi untuk meraih gelar sarjana. Dengan harapan bisa lulus dengan cepat dan hingga bisa membantu dalam pekerjaan untuk medapat posisi yang lebih baik.
Lalu kudaftarkan diriku dikampus tersebut, kampus yang dimana paling bisa menerima karyawan yang bekerja, dengan porsi pelajaran yang sama dan waktu perkuliahan yang pas di sore hingga malam hari, dan jam perkuliahan dimulai di jam yang cocok, sehingga diriku masih ada waktu jeda setelah bekerja dan melanjutkan untuk kuliah.
Hal yang sangat dinanti-nanti, karena penasaran bagaimana kehidupan kampus, seperti apa diriku selama perkuliahan, apakah aku akan mendapatkan seseorang diantara sekian banyak mahasiswa, bayangan romansa kampus sudah menyusup dalam diriku, serunya belajar lagi, bertemu teman-teman baru, hebohnya suasana perkuliahan, dan semuanya aah sudah tidak sabar, ingin cepat-cepat tiba hari pertama kuliah. Kampus yang luas beberapa kali lipat dari sekolah di SMA dahulu, apalagi lokasinya yang dipusat kota memberikan harapan lebih bagiku. Dan hari demi hari pun kulalui kembali dengan kehidupan monotonku yang kunikmati dengan sepenuh hati, tanpa banyak beban, hanya mengikuti semua alur yang ada.