50

843 Words

“Aku tahu bagaimana caranya agar kau bisa tidur nyenyak setiap malam,” kata Zoe sambil mengaduk adonan pancake-nya. Ia tidak berani menata wajah Byron karena ia hampir bisa menduga reaksi apa yang akan Byron berikan padanya.           “Dengan tidur di sofa? Tidak, terima kasih. Aku lebih suka memelukmu meski harus mengalami blue balls.”           Zoe berdecak sembari berbalik menoleh pada Byron yang masih menatapnya. “Biarkan aku pulang ke Sault.”           “Dan menyuruhku menjalani hubungan jarak jauh antara dua benua? Tidak. Itu tidak akan terjadi, Honey.”           Zoe menatap Byron yang terlihat kesal. Kenapa Byron terlihat sangat marah? Bukankah memang itu nanti yang akan terjadi pada mereka? Byron akan melanjutkan karier Hollywood-nya dan ia akan menulis di Sault. Atau Byron ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD