Rasanya melegakan bisa mengatakan semuanya kepada Byron. Dan yang lebih melegakan lagi, pria itu tidak memandangnya dengan jijik atau bahkan lari terbirit-b***t dengan menyumpahinya seperti yang selama ini ia takutkan. Bahkan, tidak ada yang berubah dari cara Byron menatapnya. Mata itu tetap memandangnya seolahdia adalah hadiah terindah yang pernah didapat pria itu. Apa ia memang pantas dilihat seperti itu oleh pria seperti Byron? Ini sangat jauh berbeda dari apa yang Zoe bayangkan sebelumya. Pria itu tidak menghakiminya, tidak menyalahkannya, dan bahkan tidak menghinanya. Apa yang Ana katakan benar, bahwa Byron tidak akan ke mana-mana. Dan hal itu betul-betul membuat hatinya yakin jika Byron benar-benar mencintainya. Tidak peduli seburuk apapun masa lalunya. “Aku m

