“Cut! Ya, kerja bagus semuanya! Kita break dulu selama satu jam!” Teriakan dari sutradara itu membuat Zoe mengembuskan napas dengan lega. Sudah sejak pagi mereka melakukan proses syuting dan sekarang sudah hampir tengah hari. Cuaca di Inggris sedang sangat terik dan yang ingin dilakukannya sekarang adalah berada di rumahnya, kemudian berbaring di lantai yang dingin sembari mengamati Zayn bermain. Namun tentu saja, itu hanya sekedar keinginan yang tidak akan pernah terwujud. Setidaknya selama beberapa bulan ke depan. Byron tersenyum pada Zoe dan mengecup keningnya. “Kerja bagus, Sayang. Kau luar biasa.” Wajah Zoe memerah mendengar itu meskipun yang mengucapkannya adalah Byron dan bukannya sutradara atau lawan aktingnya yang lain. Mungkin Zoe memang sudah gila seperti Cooper dan Byron de

