“Aku mencintaimu, Byron.” Bisik Zoe seraya memeluk pinggang Byron ketika mereka sampai di hotel tempat mereka menginap. Byron meraih tubuh Zoe dan menciumnya dengan sangat dalam. Satu jenis ciuman yang selama ini belum pernah Zoe rasakan sebelumnya. Penuh dengan kebahagiaan, penuh dengan pemujaan, kasih sayang, gairah, dan cinta yang begitu meluap-luap. “Terima kasih telah membuatku menjadi pria yang paling bahagia dengan memberikan namaku untukmu, Mrs. Moreau.” Air mata Zoe mulai merebak. Ya Tuhan, ia cengeng sekali hari ini. Akan tetapi, ini semua gara-gara suaminya ini. Pria ini tidak pernah gagal membuatnya jatuh cinta lagi dan lagi. Bagaimana ia tidak pernah memperhatikan pria ini seperti para gadis-gadis lainnya di luar sana? “Akulah yang h

