65

1059 Words

                 “Ya, aku akan menunggumu, Dokter. Terima kasih.” Byron mematikan ponsel dan melirik Zoe yang kini tertidur pulas. Sudah satu hari ini, istrinya itu hanya berbaring di tempat tidur. Zoe hanya akan turun ketika mual itu menyerangnya. Namun, bahkan meskipun Zoe mencoba memuntahkan makanannya, wanita itu hanya akan mengeluarkan cairan karena jelas Zoe tidak makan apapun hari ini. Byron tahu jika itu bukan jet lag. Akan tetapi, ia belum berani memastikannya karena memang Zoe tidak mengatakan apa-apa padanya. Ia takut menduga-duga dan mengutarakan dugaan itu pada Zoe lalu itu tidak berakhir seperti yang mereka harapkan. Ia menatap perut Zoe yag tertutup selimut dan mengusapnya pelan. Mungkin saja, uah cinta mereka telah hadir di dalam perut Zoe saat ini. Byron sudah mencari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD