“Aku akan menelepon Steve nanti,” katanya dengan setengah menggerutu. Wanita selalu benar dan menang. Pria seperti dirinya, yang sangat mencintai Zoe, hanya akan berkata iya dan iya setiap gadis itu meminta sesuatu. “Terima kasih,” Zoe meremas tangannya, “kau ingin makan malam apa?” “Apa kau mencoba menyogokku?” Zoe terkikik. “Ketahuan ya?” Sikap Zoe yang seperti ini membuat Byron bahagia. Ia tidak suka saat melihat Zoe yang selalu ketakutan ataupun bersedih. Byron bertekad akan membuat hidup Zoe selalu dipenuhi kebahagiaan. Meski ia tahu itu akan sangat sulit. Terutama saat mereka tiba di apartemennya dan melihat Lena berdiri di depan pintu apartemennya. Sial, seharusnya ia meminta pihak keamanan untuk tidak mengijinkan wanita ini

