Hari sabtu menjadi hari bahagia untuk Kia. Dia terbangun di pagi hari dengan senyuman. Entah apa yang membuatnya senang tapi pikirannya kembali tertuju pada kejadian semalam. Di mana dia menghabiskan malam dengan berbincang santai bersama Arfan. Kali ini mereka tidak menggunakan urat melainkan dengan kelembutan. Setelah mencuci muka, Kia mengikat rambutnya asal dan bergegas keluar kamar. Saat membuka pintu, dia dikejutkan dengan Arfan yang juga keluar dari kamarnya. Mereka berdua sama-sama terkejut dan saling bertatapan. Namun tak lama mereka berdua tersenyum dan Kia dengan cepat mengalihkan pandangannya. "Selamat pagi." Arfan berjalan mendekat dan menepuk pelan kepala Kia, "Tumben udah bangun?" "Nanti mau anterin Mbak Dinda kan? Aku mau ikut." Arfan memiringkan kepalanya, "Bangun pagi

