Berubah Untukmu

1146 Words

Tidak ada yang tahu perasaan orang lain selain dirinya sendiri. Semua orang akan berusaha mengungkapkan fakta tanpa menyadari jika itu hanyalah opini mereka sendiri. Seperti yang dirasakan Arfan saat ini. Ucapan ibunya masih terngiang-ngiang di kepalanya. Dia masih tidak percaya dengan apa yang ibunya katakan tentang Kia. Cemburu? Bahkan Arfan tidak pernah merasakan perasaan itu selama bertahun-tahun. Dengan langkah mantap, Arfan keluar dari ruang rapat. Jadwalnya hari ini cukup padat. Mungkin karena hari ini adalah hari senin. Seperti biasa, Arfan harus menyelesaikan semuanya agar tidak membawa pekerjaan ke rumah nanti. "Pak, ada Kia di dalem." ucap memberi tahu. "Kia?" Arfan tampak bingung. Dengan cepat dia masuk ke dalam ruangan dan mendapati seorang gadis yang tengah tertidur di so

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD