Kencan Buta

1057 Words

Di dalam lift, tidak ada percakapan yang terjadi. Kantor yang sepi membuat Cia mengutuk. Tentu saja, jam pulang kantor sudah lewat beberapa jam yang lalu. Memang ini bukan satu-dua kali Cia terjebak di dalam lift bersama Agam. Namun entah kenapa rasanya tetap tidak nyaman. Apalagi setelah apa yang terjadi tadi siang. Perasaan Cia benar-benar kacau. Setelah lift terbuka, Cia bergegas untuk keluar. "Saya duluan, Pak," ucapnya pada Agam. Cia berjalan dengan cepat. Sesekali melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Dia harus cepat agar seseorang yang tengah menunggunya saat ini tidak mati kebosanan. Dari jauh, Cia bisa melihat mobil yang tak lagi asing untuknya. Mobil yang pernah menjemputnya dulu. Seorang pria keluar dari sana dan tersenyum padanya. Lihat? Leo memang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD