Bagian 10. Kesalahpahaman

1124 Words

Langkahku tersurut. Napasku tertahan per sekian detik. Debar di hati yang awalnya berupa getaran halus dan indah, kini bertukar menjadi degup penuh amarah. "Kamu?" ucapku bergetar dengan nada murka. Aku sama sekali tidak mengharapkan sosok laki-laki itu yang kudapati. Bukan dia yang kutunggu. Bahkan kalau bisa aku tidak ingin melihatnya seumur hidupku lagi. Menatap wajahnya masih saja membuatku geram. Jantung terasa berdetak kasar, bergerak dengan irama tak tentu arah. Aliran darah terasa melaju cepat. Setiap cc-nya dengan cepat pula mengisi rongga tubuh dan menjadikannya panas. Bara dendam tersulut. Luka yang pada dasarnya masih menganga, kembali perih bagai tersiram air garam karena kehadirannya. "Cahaya," sahutnya sendu, tetapi terdengar menjijikkan di runguku. Sosok tinggi ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD