Epilog

645 Words

Siapa sangka jika kehidupan pernikahan tidak semudah yang dipikirkannya. Mulai dari mengandung lagi membuat Ananta sedikit kesulitan melakukan aktivitas. Belum lagi sikap Chris yang terlalu protektif melarangnya untuk melakukan ini dan itu. Membuat Ananta menggerutu kesal. Padahal dia kan hamil, bukannya sakit parah. Meski perutnya yang besar menganggu aktivitasnya, setidaknya dia masih bisa melakukan hal mudah seperti memasak. “Jangan coba-coba untuk bersikap seakan kamu adalah perempuan normal,” kata Chris mengingatkan. “Aku kan hamil. Bukan tidak normal,” protes Ananta. “Aku tahu. Maka dari itu kamu harus duduk manis dan menjaga anak kita,” tambahnya lagi. “Kamu bukan dokterku. Kamu suamiku,” kata Ananta mengingatkan. “Tentu saja aku ini suamimu. Makanya aku menjagamu dengan baik.

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD