I Want baby, please
Isi Hati Muya.
Hari ulang tahun papa telah tiba. Sedang aku sangat kecewa pada diri sendiri karena belum bisa ngasi papah cucu. Aku sedih, aku galau, aku pun menyesali, ada apa dengan tubuhku. Bahkan aku selalu makan makanan sehat.
Selalu minum vitamin dan s**u. Tapi sungguh belum membuahkan hasil. 7 bulan pernikahanku bahkan aku masih belum bisa mengandung.
Terasa mengiris hati. Terasa terluka oleh sesuatu yang tidak aku ketahui. Harusnya hari ini aku bisa membahagiakan papa.
Aku akan memberi apa buat papa. Tidak ada yang bisa aku beri untuknya sebagai kado.
Air mata ini sungguh membuatku jengkel. Terus menetes tanpa aku sadari. Lelah menangis terus. Coba kompromi dengan diri sendiri dan jangan menangis lagi.
Aku tidak mau papah melihat mataku sembab. Sebaiknya aku kompres mata ini dengan es batu atau mentimun. Aku harus berdandan cantik untuk papah. Aku harus mengenakan gaun yang paling indah untuk papa. Walaupun aku belum bisa memberi cucu untuk papa. Ya Tuhan I want baby please.
Muya P.O.V end.
Kenzyu P.O.V
Aku melihat dia menitikan air mata. Menangis dengan diam. Berusaha tegar dalam kebimbangan. Aku sebenarnya sedih dan tidak tega melihat wanita yang aku sayangi begitu tersiksa dengan keinginannya.
Dia istriku tercinta menginginkan seorang bayi tumbuh di rahimnya. Demi Tuhan aku sudah berusaha yang terbaik.
Aku selalu mengerahkan seluruh kekuatanku agar bisa menumbuhkan benihku. Tapi sayangnya aku masih belum sekuat itu hingga bisa menumbuhkan seorang bayi di rahimnya.
Tidak tahan melihatnya begitu kecewa. Besok aku harus memeriksa tubuhku. Ada apa dengan spermaku. Kenapa aku sama sekali tidak bisa membuat istriku mengandung.
Sayang, Muyaku, besok kita berusaha lagi Kita Promil dengan sungguh-sungguh.
Ken P.O.V end
Mereka berdua terlihat sedih. Muya menghapus air matanya. Mencuci muka, lalu mengompres matanya. Keinginannya untuk memiliki seorang bayi sangat kuat dan membuat dia frustasi.
Ken hanya terdiam melihat mu ya di balik pintu. Ken merasa tidak berguna menjadi seorang laki-laki. Dia bersedih melihat istrinya begitu menderita karena keinginannya belum bisa terkabul.
Mu ya sudah siap untuk berangkat ke pesta ulang tahun sang papa. Ken lalu menggandeng Muya turun dari mobil. Semua mata memandang kecantikan Muya. Dan tidak kalah ken menjadi pusat perhatian wanita yang ada di pesta.
Mu ya berjalan dengan anggun.Tapi saat itu papanya dari kejauhan sudah mengangkat kedua tanganya pertanda minta di peluk. Muya langsung berlari ke arah papahnya. Lalu Muya memeluk sang papah dengan sangat erat seraya berkata.
“Happy birthday papa,” ucap Muya manja.
“Thanks baby, I want my giv,” ucap sang papa.
Lalu Muya mencium kening sang papa sambil berkata." ini hadiah untuk papa, my kiss."
"What Baby, sebuah ciuman hadiah untuku,” ucap sang papa dengan terkejut dan muka bahagia.
Muya mengangguk dengan manja.
“Thanks baby, I love you baby, love you so much," ucap sang papa sambil menghujani putrinya dengan ciuman.
Melihat adegan ini semua tamu bertepuk tangan. Kasih sayang keduanya tak tertandingi ...
Semua orang sudah tau kalo Muya adalah putri tunggal tuan Liau.
Dan akan menjadi pewaris perusahan Liau dengan segera. Makanya banyak sekali yang menginginkan nona Liau ini untuk dijadikan istri.
Pria beruntung itu adalah Kenzyu. Ken melihat adegan itu dengan senyum bahagia.
“Akhirnya dia tersenyum,” ucap Ken dalam hatinya. Sambil terus memandangi sang istri dan mertuanya itu.
One day ago ....
Kenzyu begitu terpukul. Wajahnya pucat terlihat begitu tertekan. Dia meremas sebuah kertas di tanganya. Tanpa dia sadari air matanya menetes.
Kertas itu adalah hasil dari pemeriksaan yang menyatakan kalo dia infertil. Kualitas spermanya tidak bagus. Dan dia didiagnosis infertil oleh dokter yang tidak lain adalah temannya sendiri.
“Jangan putus asa,” ucap Dokter Noan padanya.
Ken masih terdiam dengan kekalutan ya. Dadanya seolah sangat sesak dan seolah tak bisa bernapas. Dunia yang dia impikan membawa kebahagiaan untuk keluarganya kini hancur sudah.
Karena dia tidak bisa membahagiakan sang istri memberi keturunan pada istri yang sangat dia cintai. Ken merasa kecewa pada dirinya sendiri. Merasa perih dan tersakiti oleh takdir.
Ken hanya bisa berdiam diri. Menahan tangis yang mendalam. Tetapi tanpa ken sadari air matanya tak bisa dia bendung lagi.
Ken melangkah keluar dari ruangan obgin. Dokter Noan hanya terdiam memandangi punggung Ken yang semakin menjauh. Dokter Noan langsung menelphon seseorang.
“Temani Ken, Aku pikir dia sangat terpukul!” tegas ucap Noan di telepon. Lalu menutup teleponnya dengan segera.
***
Ken duduk tepaku di sebuah kantor. Ternyata Ken berada di kantornya Kaizyu. Kaizyu menyodorkan sebuah minuman pada adiknya. Lalu Ken menerima dan meminum minuman tersebut. Kai duduk di seberang Ken. Menatap heran pada sang adik.
Ingin sekali Kai memberondong pertanyaan pada adiknya. Namun melihat kekalutan sang adik. Kai lalu mengurungkan niatnya dan hanya diam menatap sang adik.
Satu jam sudah berlalu tapi Ken masih belum bisa berkata-kata. Suasana semakin sunyi dan mencekam. Kai yang juga hanya terdiam tidak ingin menambah kekalutan sang adik. Dan tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu dan masuk.
Dia adalah sekertarisnya Kai. Miss Karra mengetuk pintu dan masuk. Lalu mengahap pada bossnya yang bukan lain adalah Kai. Miss Karra memohon izin untuk pulang lebih awal karena anaknya masuk rumah sakit karena demam.
Ucapan Miss Karra sontak membuat Kai terkaget. “Bukankah kamu belum menikah, apa kamu seorang janda?” tanya Kai terheran sambil menatap sekertarisnya.
“Tuan, maaf, saya memang masih single belum menikah, dia adalah Suji kecilku. Karena kakakku meninggal pada saat melahirkanya Suji kecil jadi saya memutuskan untuk menjadi ibu untuk Suji,” ucap Miss Karra dengan senyum manisnya.
“Jadi kau hendak menikahi kakak iparmu?” Kai ingin tau.
“Oh tidak, Tuan, kakak ipar saya sudah menikah lagi, dan Suji sengaja saya ambil untuk kami rawat, karena dia adalah darah keturunan kami jadi keluarga kami memutuskan tidak menyerahkan Suji, dan mendaftarkan Suji atas namaku sebagai anakku,” tutur Miss Karra dengan lembut.
“Oke, belilah barang apa pun yang Suji kecilmu mau. Bawa ke rumah sakit,” ucap Kai sambil menyodorkan ATM-nya.
Miss Karra tersenyum senang, dia sangat berterimaksih lalu mengambil ATM tersebut. Miss Karra pun undur diri.
“Sangat salut, mendaftarkan anak kakanya sebagai anaknya sendiri,” ucap Kai pelan lalu meneguk kopi yang ada di meja.
“Iya, Suji bisa menjadi anaknya Miss Karra. Anakmu juga bisa menjadi anakku Kai,” ucap Ken memecah kesunyian.
Kai berbatuk tersedak hampir saja menyemburkan kopi yang dia minum.
“Anakku, menikah saja belum,” ucap Ken sambil tersenyum manis menatap sang adik.
“Kamu tidak usah menikah Kai, tapi kamu akan memberikan aku dan Muya bayi,” ucap Ken serius.
“Apa maksudmu?” tanya Kai terheran sambil mengerutkan kening.
“Aku tidak bisa membuat Muya hamil, aku infertil Kai. Aku malu mengatakan ini. Tapi Muya sangat menginginkan bayi. Bagaimana kalo Muya tau bahwa aku tidak bisa memiliki bayi.
Dia akan sangat terpukul … aku hanya bisa berharap padamu Kai, karena bayimu akan sama mirip denganku, berikan Muya bayi yang mirip denganku!” ucap Ken memelas dengan mata yang berkaca-kaca.
“Aku tidak mengerti apa maksudmu,” ucap Kai memalingkan muka.
“Jadilah diriku dan buat Muya hamil,” ucap Ken dengan lirih.
“Kau sudah gila?!” bentak Kai dengan muka merah padam menahan amarah terhadap sang adik.
“Iya aku memang sudah gila, kau tidak mau kan aku berakhir di rumah sakit jiwa,” tangkas Ken turut membalas bentakan Kai.
“Aku tidak bisa Ken ... aku bahkan belum pernah tidur dengan seorang wanita. Sekarang kau menyuruhku membuat Muya hamil ... dan Muya itu adalah adik iparku sendiri dia istrimu Ken,” ucap Kai dengan nada pelan.
“Jadi kau ingin melihatku mati?!” teriak Ken lantang.
“Kenzyu!” teriak Kai menatap sang adik dengan sangat marah.
Lalu Ken menunduk. Dan duduk penuh lirihan dan matanya tak henti mengeluarkan air mata.
“Aku sangat mencintai Muya. Aku inginmu ya bahagia. Jika Muya tau aku tidak bisa memberi keturunan padanya, dia pasti akan sedih. Muya adalah penerus keluarga Liau. Jika Muya tidak bisa hamil maka dengan terpaksa aku harus pergi meninggalkan dia. Membiarkan dia bersama laki-laki lain, dan itu akan menyiksaku seumur hidup,tapi jika kau setuju memberi Muya bayi, maka aku tidak akan kehilangan Muya.
Dan Muya akan bahagia dengan keturunanya ...,” kata
Ken dengan sangat lirih. Air matanya tak henti menetes.
Terlihat Kai begitu iba dan dia pun meneteskan air mata. Lalu Kai menghampiri ken sambil berkata, “Baiklah ... lakukan apa maumu.”
Mendengar ucapan Kai, Ken tersenyum dan memeluk sang kakak.
***
“Dia begitu terpukul, aku harus membantunya.
Walau begitu berat akan aku selalu membantunya.Tapi apakah aku bisa tidur dengan wanita itu. Adik iparku sendiri,” ucap Kai dalam hatinya.
Ken dan Kai sudah menyusun rencana untuk mendakatkan Kai dengan Muya agar Kai tau sipat Muya mengetahui kesukaan Muya, dan melihat kebiasaan Ken saat bersama Muya.
Agar sandiwaranya kelak sukses tanpa ada cacat sedikit pun. Ken mengajak Kai untuk tinggal bersamanya selama dua minggu.
Ken sampai di rumah dengan cepat. Dan saat sampai di rumah ken langsung menuju arah dapur karena wangi masakan sudah tercium.
Terlihat Muya sedang asik memasak ditemani koki rumahnya.
Ken datang ke arah Muya dengan mengendapendap lalu langsung memeluk Muya dari bekakang.
Muya sontak kaget seseorang tiba-tiba memeluknya. Lalu Muya pun berbalik dan tersenyum manis pada suaminya. Dan Ken mengecup kening Muya dengan lembut.
Ken mengatakan bahwa kakaknya Kai akan tinggal sementara bersamanya. Dengan alasan rumah Kai sedang di renopasi dan Kai sedikit sakit. Ken mengatakan juga bahwa dia sangat menyayangi kakaknya jadi ingin merawat kakaknya yang sakit.
Muya bertanya sesakit apa Kai. Ken menjawab dia hanya flu ringan saja namun dia selama ini bahlan tidak pernah sakit jadi Ken merasa khawatir.
Muya pun tersenyum dengan manis. Menyetujui bahwa kakak iparnya akan tinggal bersama untuk sementara.
Muya menata meja makan. Ken dan Kai memperhatikan Muya dengan seksama. Kai juga memperhatikan sikap Ken saat membelai lembut istrinya. Memberi interaksi pada istrinya. Dan mereka pun mulai makan.
Ken merdecak kagum dan memberikan Muya pujian karena masakanya sangat enak padahal Muya baru belajar memasak. Ken lalu mencium kening Muya. Dan membuat Muya malu. sedang Kai masih memperhatikan.
Aku harus bisa membantu mereka memberikan bayi untuk mereka, batin Kai sambil terus memperhatikan pasangan itu.