Hanya Papa Tiri

1079 Words

Makan malam berlangsung santai, Tirta dan Wawan berhasil membuat ALin dan Nina nyaman bersama mereka. “Om, kita gak kayak lagi godain kalian kan? Apalagi makan di tempat private begini,” ucap Alin sambil menikmati pancake nya. “Ya gak lah, Alin. Kamu gak usah takut sama wartawan, kalau ada yang macam-macam sama kamu, neh yang maju,” ucap Wawan menunjuk Tirta yang juga menikmati makanan yang sama dengan Alin. “Ish, bukan seperti itu yang aku mau, jangan!” Alin memang tidak suka ketidakprofesionalan dalam bekerja. “Begini maksudnya, Alin mau karirnya tetap seperti artis lain. Kalau ada embel-embel Pak Tirta, takutnya dikira nepotisme,” ucap Nina meluruskan maksud Alin. “Nah, iya betul,” sahut Alin berbinar. “Tapi, mau tidak mau, suka tidak suka, orang pasti menghubungkan. Pernikahan Pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD