Dengan wajah ramah, Sun Guancong menyapa Lin Wanqing, "Nona Lin, apa kamu mencariku?"
Tingkahnya seperti anak anjing yang sedang mengibaskan ekornya. Dia hampir ingin berlutut dan menjilat sang dewi.
Namun, Lin Wanqing sama sekali tidak melirik Sun Guancong. Matanya melihat sekeliling dan akhirnya tertuju pada Qin Ming. Terlintas sedikit kegembiraan di wajahnya yang dingin dan cantik.
Tadi malam dia berusaha keras untuk mencari Qin Ming.
Dia benar-benar yakin bahwa Qin Ming masih hidup!
Dengan kegigihan ini, pagi-pagi benar dia memanfaatkan kekuatan keluarga Lin dan segera mengetahui latar belakang Qin Ming. Dia juga mengetahui bahwa Qin Ming akan menceraikan Ma Lu hari ini.
Karena itu, dia bergegas ke Biro Urusan Sipil untuk mencari Qin Ming.
Benar saja, dia menemukan sosok yang sangat mirip dengan Qin Ming, tetapi orang itu meringkuk di lantai dengan lengan menutupi kepalanya. Karena tidak bisa melihat orang itu dengan jelas, dia tidak bisa memastikan apakah orang itu adalah pria yang dia cari!
Saat ini, kedatangan Lin Wanqing membuat kedua pengawal itu berhenti memukuli Qin Ming.
Qin Ming juga merasakan ada yang aneh dalam situasi itu. Dia mengangkat kepala dan menatap mata Lin Wanqing yang berbinar-binar.
"Lin Wanqing? Rupanya kamu!"
Qin Ming tertegun, lalu bangkit berdiri. Dia tak menyangka akan bertemu kembali dengan Lin Wanqing secepat ini.
"Qin Ming, ternyata benar-benar kamu! Kamu sungguh baik-baik saja. Syukurlah!"
Lin Wanqing gemetar dan air matanya hampir menetes.
Dia tak bisa menahan kegembiraan di hatinya dan menghambur ke pelukan Qin Ming.
"Apa..."
Qin Ming tercengang.
Sun Guancong dan Ma Lu juga tak kalah terkejut, demikian pula semua orang yang melihat adegan itu.
Tak pernah sekali pun mereka membayangkan Lin Wanqing, sang dewi dalam hati mereka sekaligus pemimpin 4 primadona Jianrang, berinisiatif menghambur ke pelukan Qin Ming, seorang pengemis berpakaian compang-camping!
Benar-benar mengejutkan!
Beberapa saat yang lalu, karena Sun Guancong mempermalukan Qin Ming, banyak orang berpikir bahwa Qin Ming adalah pecundang. Mereka pun memandang Qin Ming dengan tatapan menghina.
Namun, sekarang mereka menyadari bahwa merekalah yang pecundang!
Pria yang mereka remehka ternyata mendapatkan dewi idaman semua pria di Jianrang!
Saat ini, semua mata tertuju pada Qin Ming. Mereka begitu cemburu sampai merasa hampir gila dan bahkan ingin menelan Qin Ming!
Jika tatapan bisa membunuh seseorang, Qin Ming mungkin sudah terbunuh 10.000 kali sekarang!
Qin Ming tersadar dari keterkejutannya.
Dia buru-buru melepaskan pelukan Lin Wanqing. "Lin... Wanqing, kenapa kamu di sini?"
"Aku datang ke sini khusus untuk menemuimu...
Wajah cantik Lin Wanqing sedikit memerah.
Ketika melihat darah menetes dari sudut mulut Qin Ming, Lin Wanqing melupakan niatnya untuk berbincang dengan pria itu. Dia menyentuh luka di sudut mulut Qin Ming dan wajahnya yang cantik seakan-akan membeku. "Qin Ming, kenapa wajahmu terluka? Siapa yang menyakitimu?!"
"Aku ... "
Qin Ming tanpa sadar melirik Sun Guancong.
"Sun Guancong, kau rupanya!"
Lin Wanqing naik darah. Matanya yang dingin dan tegas menatap Sun Guancong.
Dia telah menyelidiki latar belakang Qin Ming dan tahu bahwa istri Qin Ming, Ma Lu, telah berselingkuh dengan Sun Guancong.
Sun Guancong tidak hanya mempermalukan Qin Ming, tetapi juga memukulinya!
Keterlaluan!
Sun Guancong gemetar. Sebelum dia bisa menjawab, Ma Lu melangkah maju.
"Siapa kau? Beraninya kau berbicara dengan suamiku seperti itu! Apa kau tahu siapa suamiku?
Dia adalah tuan muda dari Grup Gunung Es!" bentak Ma Lu dengan memasang wajah sok.
Dia tidak tahu identitas Lin Wanqing dan juga belum pernah melihat wanita itu sebelumnya.
Dia hanya tahu bahwa Lin Wanqing lebih cantik darinya, lebih unggul darinya dalam segala hal, dan langsung menimbulkan kegemparan ketika menampakkan diri.
Dia sangat iri dan tidak percaya.
"Apa kau istri Qin Ming, Ma Lu?"
Lin Wanqing tersenyum dan dengan cepat menebak identitas Ma Lu.
"Lumayan juga! Tapi aku sudah bercerai dengannya sekarang! Dia hanya pecundang, pengemis bau yang tidak punya apa-apa, tapi kau malah menghambur ke pelukannya seolah-olah dia adalah harta karun. Kurasa kalian berdua tidak ada bedanya!"
Ma Lu mencibir, kemudian menyelesaikan kalimatnya, "Sama-sama sampah!"
Plak!
Terdengar suara tamparan keras. Lin Wanqing menampar Ma Lu sekuat tenaga.
"Jalang, beraninya kau menamparku. Akan kuhajar kau... ujar Ma Lu sambil menutupi wajah dan pipinya.
Matanya memerah karena cemas, lalu dia menerjang Lin Wanqing.
Lin Wanqing bergerak cepat dan menampar pipi Ma Lu yang satunya dengan punggung tangannya.
Ma Lu belum pernah dipermalukan seperti itu. Dia terhuyung menghampiri Sun Guancong, lalu menangis. "Sayang, jalang ini menamparku. Cepat balas dia untukku!"
"Mimpi saja sana!"
Sun Guancong sangat marah dan menampar Ma Lu sampai wanita itu terjatuh.
Ma Lu benar-benar kaget. "Sayang, kenapa kamu menamparku? Bukankah aku memintamu untuk menamparnya?"
"Tidak. Kamulah yang pantas ditampar! Apa kamu tahu siapa dia? Dia adalah putri sulung keluarga Lin, Lin Wanqing! Apa kamu mau keluarga kita dihabisi?!" omel Sun Guancong.
Ma Lu ternganga setelah menyadari bahwa dirinya menyebabkan masalah besar.
Keluarga Sun hanyalah keluarga
bangsawan di Jianrang. Paling-paling kekuasaan mereka berada di kelas dua, tak sebanding dengan kekuasaan keluarga besar kelas satu seperti keluarga Lin.
Belum lagi Sun Guancong, sekalipun ayahnya ada di sini, dia tetap tak akan berani mencari masalah dengan Lin Wanqing!
"Nona Lin, ini hanya salah paham. Tenanglah..."
Sun Guancong buru-buru menunduk dan meminta maaf.
"Salah paham? Aku tidak melihat ada kesalahpahaman!"
Lin Wanqing mencibir dan memerintahkan beberapa pengawal di belakangnya, "Pak Liu, orang-orang ini menindas temanku. Tolong beri mereka pelajaran! Jangan ada yang
berhenti sampai aku memperbolehkan!"
"Baik!"
Beberapa pengawal Lin Wanqing langsung mengepung Sun Guancong dan kedua pengawalnya.
Adapun Ma Lu, Lin Wanqing menganggap hukumannya sudah cukup. Bagaimanapun, Ma Lu adalah seorang wanita dan Lin Wanqing baru saja menamparnya 2 kali.
Lin Wanqing tidak akan mempersulitnya lagi.
Namun, Sun Guancong dan kedua pengawalnya tidak seberuntung
itu. Keenam pengawal Lin Wanqing mengepung mereka bertiga, lalu mulai meninju, menendang, dan menghajar mereka tanpa ampun!
Sambil meringkuk, Sun Guancong memohon, "Nona Lin, aku tahu aku salah. Mohon ampuni aku ... "
"Kenapa kau tidak memaafkan Qin Ming tadi!" sahut Lin Wanqing dengan ketus. Dia lalu memerintahkan para pengawal nya, "Terus hajar dia!"
Suaranya yang dingin menyiratkan kemarahan yang tak ada habisnya.
Para pengawal itu mulai memukul lebih keras lagi!