Keyshia merasa jika punggungnya akan segera bolong karena tatapan Ashton yang kadang-kadang tertuju padanya dan hal ini sudah berlangsung sejak setengah jam lalu. Keyshia menoleh ke belakang. Matanya memicing tajam melihat Ashton yang asik menikmati cemilan sambil memainkan ponselnya. Ashton yang sadar akan tatapan Keyshia balas menatap dengan matanya yang memicing tajam membuat Keyshia memutar kembali kepalanya. “Kenapa?” tanya Ashton. “Bukankah aku yang harusnya bertanya?” Keyshia merengut. “Jadi kamu ingin bertanya kenapa aku ada di sini?” “Ya, kenapa kamu ada di sini? Apa kamu tidak bosan?” “Karena aku bosan, makanya aku ada di sini.” Pandangan Ashton tertuju pada ponselnya lalu berucap, “Aku membeli soft file novelmu. Aku tidak menyangka jika kamu ternyata kamu punya imajinasi y

