23. Adu Mulut

1765 Words

“Sejak kapan kamu di sana?” Keyshia menatap Ashton horor. Takut jika Ashton ternyata sudah melihat hal memalukan yang dia lakukan saat memasak. Padahal jika dilihat ke belakang, sudah banyak hal memalukan yang Keyshia lakukan. “Sejak kamu mulai ikut bernyanyi.” Wajah Keyshia seketika merah padam. Dia memang baru saja mulai bernyanyi setelah puas mendengarkan, tapi dia tidak menyangka jika Ashton sudah ada sejak dia mulai bernyanyi. “Ah, begitu ya.” Keyshia mematikan lagu yang dia mainkan. “Ini hampir selesai, jadi lebih baik kamu duduk.” Ashton yang awalnya niat menghampiri Keyshia urung melakukannya dan mengikuti perintah Keyshia. Punggung Keyshia terasa seperti ditusuk oleh pisau yang tajam. Keyshia mencoba untuk bertahan di situasi yang membuatnya tidak nyaman ini. “Kamu sudah b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD