28. Makan Siang

1724 Words

Senyum tidak pernah lepas dari mulut Keyshia. Dia seperti melihat pelangi di depannya. Pelangi yang sejak kemarin tidak hilang, bahkan di hari yang secerah ini. Tapi senyum itu perlahan hilang saat dia melihat sosok yang sebenarnya menjadi alasan senyum itu muncul. Ashton, pria itu muncul lagi dihadapan Keyshia. Dari jauh hingga ke hadapannya, Ashton tampak terburu-buru. Bahkan dia tampak tidak sabaran saat melihat ada seorang pelanggan ada di depannya. “Apa kamu bisa ikut denganku?” ucap Ashton begitu mendapat gilirannya. “Apa maksudmu?” Keyshia melirik ke arah Vivi yang tampak sibuk memberikan pesanan dan tampaknya tidak mendengar apa yang Ashton ucapkan. “Papaku meminta untuk makan siang bersama.” “Dan kamu mengiyakannya?” “Tentu saja aku menolak, tapi dia tetap kekeh untuk mela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD