TDL || 34

1483 Words

—34— “Apa ibumu tak mengajari sopan santun, jika ada orang yang bertamu. Harusnya kau mempersilahkan masuk. Bukan mencoba menutup pintunya lagi!” "Arrgghh!!! Pergi!" Dug dug dug! Brak! “Heh… aku tak masalah jika ibumu tak ada. Setidaknya kau cukup untuk kuajak bermain-main sebentar sebelum si tua itu pulang!” "Tidak! Pergi!" “Heh! Bocah sialan! Buka pintunya atau aku akan mendobraknya!” “Baiklah Nak! Kau memaksaku untuk membuka pintunya dengan paksa!” Bruk! Bruk! Braakk!! “Dimana kau bocah sialan?!” "Hiks…! Hiks!" Dug! Dug! Dug! Krieett…! "Hahh!! No! Please… hiks… huh… huh! Huaaahh!!" “Kemarilah sayang… jangan takut. Aku tak akan menyakitimu. Jika kau menjadi anak baik." "Tidak! Turunkan aku! Huaaahhh!! Hiks!" Bruk! "Tidak! Jangan menyentuhku! Pergi! Pergi! Huaa…! Hik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD