Bab. 25

1195 Words

Ruangan presdir. Jessica melangkah dengan anggun dan tenang, masuk ke dalam ruangan Briana, pimpinan tertinggi rumah sakit Cahaya Medika yang baru. Karismanya jelas terpancar, dengan pembawaan yang kalem, tanpa sadar membuat Briana memuji wanita cantik yang mungkin saja sepantaran dengan putrinya Retno. ‘Pantas saja Pratiwi suka sama perempuan ini,’ batin Briana, tanpa sadar mengagumi dalam diam. “Pagi, Nyonya,” sapa Jessica sambil membungkukkan tubuhnya, memberikan salam hormat pada Briana. “Silahkan duduk, Dokter Jessica.” Wanita paruh baya itu mempersilahkan Jessica untuk duduk di atas sofa tengah ruangan. “Maaf, 'coffee maker' lagi rusak,” imbuh Briana lagi, dengan senyum simpul. “Oh, nggak papa kok, Nyonya, karena saya baru saja usai sarapan,” jawab Jessica cepat menanggapi ucap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD