Lobi sudah ramai sekali. Kilatan cahaya kamera para awak media mulai menghujani Marcell yang tengah berdiri di depan sana. Di samping pria itu, terdapat Wisnu Atmadja yang dengan setia berdiri menemani. Terlihat kesedihan yang teramat jelas di wajah Wisnu dan Marcell. Hingga menimbulkan banyak pertanyaan dalam benak semua orang yang sedang menyaksikan. “Drama apa lagi, yang mau mereka tontonkan ke publik pada kali ini?” tanyaku pada diri sendiri. Aku tau jika kali ini Wisnu dan Marcell pasti sedang merencanakan sesuatu di balik wajah mereka yang bersedih. “Kita lihat saja nanti.” Aku menoleh sekilas ke samping, menatap pada Rafa yang sepertinya adem-adem saja. Sementara itu, aku bisa merasakan ada yang tidak beres dari konferensi pers ini. “Terima kasih kalian semua karena sudah mau h

