elena mau kah kau menjadi kekasihku ?".seorang pria dengan tangan ditoa sebelah kiri berdiri dengan percaya dirinya ditengah tengah halaman kampus di siang hari yang cerah dikelilingi Mahasiswa yang berseliweran.
Banyak mahasiswa yang mengangumi cara sipria menyampaikan perasaannya ,banyak juga yang tertawa ,ada juga yang mencibir,tapi tak mengurangi rasa percaya dirinya.
"Javi ... Apa yang kau lakukan ?,aku malu sekali "kata siwanita yang seketika berhenti bercengkrama dengan teman temanya ,segera berlari menghampiri javier.
Javier segera menghampiri elena "aku sudah lama ingin menyampaikan perasaanku padamu ,apakah aku memiliki kesempatan untuk mengisi hati mu ?".tanyanya setelah berdiri berhadapan dengan elena dan meletakkan toa disamping kakinya.
"Terima.."
"Terima ..'
"Wow mereka cocok sekali "
Elena dan Javier saling bertatapan,Javier dengan tatapan penuh harapan,elena dengan tatapan masih merasa malu ,ragu ,bingung dan juga rasa senang.
Ya elena pun mengakui bahwa dia menyukai pria yang dihadapannya sekarang ini .
Pria yang membantu nya ditahun pertama kuliah karena elena kesulitan dalam bersosialisasi dan karena elena wanita yang kurang percaya diri ,padahal elena adalah wanita yg cantik ,dengan pipi yang menurut teman temanya chubby ,rambut ikal dibawah bahu ,walau tingginya hanya 165 cm .
Berbeda dengan Javier pria blasteran Jerman Indonesia dengan tinggi 182 cm,rahang yang tegas alis yang membuat semua wanita iri dan bulu mata yang lebat,Javier lah pria yang memperkenalkan elena Dengan dunia kampus ,karena mereka sama sama masuk di tahun yang sama.
Saat ini elena menatap Javier dengan mendongak "apakah ini semacam lelucon ?",tanyanya sambil mengangkat sebelah alisnya.
" Tentu tidak elena ,apakah kau pikir perasaan ku ini lelucon ?aku benar benar menyukai mu ..."
"mmm apakah aku boleh menolaknya ?".sambil menyeringai dengan senyum yang menurut Javier menggemaskan.