Uap tipis mengepul dari mangkuk mie instan yang baru saja diseduh, aromanya bercampur dengan wangi telur dadar hangat dan tumis sawi udang kering. Meja minibar di apartemen Ivy dipenuhi hidangan sederhana itu, tapi entah kenapa rasanya jauh lebih istimewa daripada makan di restoran mana pun. Gatha duduk santai, sendok dan garpu di tangannya sudah siap menyantap. “ Jawab dong Vy... Kita kayak pengantin baru kan? ” ucap mengulang sambil tersenyum kecil, matanya tak lepas dari Ivy. Ivy, yang sedang merapikan potongan telur di piringnya, terhenti sejenak. Ia tak langsung menjawab, hanya menunduk sedikit, memainkan ujung garpunya. Senyum yang sempat muncul di wajahnya pelan-pelan pudar. "Apanya yang kayak pengantin baru... cepat makan dan pulanglah!" ketus Ivy. Gatha hanya terkekeh meliha

