Beberapa Minggu kemudian UN dimulai beberapa anak tampak serius berpikir dan beberapa lagi berusaha mencari contekan jawaban. Dan akhirnya UN pun selesai. lalu Rudi keluar untuk makan di kantin, Tono pun mengikuti nya.
***
Gimana Rud?..susah nggak menurutmu.
Lumayan ton, kalo loe?
Susah Rud padahal gue udah mikir keras tapi tetep susah.
***
Mereka pun akhirnya melanjutkan ngobrol sambil makan di kantin sekolah. Tono pun bertanya apakah rudi akan melanjutkan jenjang seperti yang pernah mereka janjikan berdua. namun rudi hanya menjawab dengan jawaban yang ambigu. Beberapa hari akhirnya selesai UN dan hasilnya akan diumumkan kepada orang tua murid. Hari libur pun tiba, sambil menunggu hasil UN yang akan diumumkan seminggu lagi tono mengajak sahabat satu itu untuk jalan-jalan dan cari informasi sebelum mereka mendaftar jadi anggota TNI, tono pun sampai di rumah rudi.
***
Rud ayo jalan-jalan mumpung libur..
Kemana ton.
Ya kemana aja sambil cari informasi.
Oke.
***
Akhirnya mereka berdua jalan-jalan sambil mencari informasi sampai sore hari. Setelah cukup mereka akhirnya pulang, tono pun pamit pulang langsung. Setelah sampai rumah ibunya rudi ingin berbicara tentang kuliah rudi dan sudah punya beberapa universitas ternama untuk rudi ikut tes masuk. Rudi pun hanya diam dan menurut apa yang dikatakan ibunya, tanpa berkata lebih banyak lagi dia lalu pergi untuk mandi dan istirahat.
Seminggu kemudian hasil tes keluar semua orang tua murid yang diundang untuk hadir dalam pengambilan nilai Raport dan kelulusan pun sudah pada datang. Nilai rudi lumayan tinggi diantara para siswa, sementara tono mendapatkan nilai rata-rata, setelah acara selesai semua orang tua murid pulang untuk memberikan kabar tersebut kepada anak mereka tanpa terkecuali Tono dan Rudi.
Tono sangat senang meskipun mendapatkan nilai rata-rata namun dia senang bisa lulus dan bisa mulai untuk menggapai impian nya, setelah tono rudi pun juga mendapatkan kabar gembira dari ibunya sebab selain lulus dia juga mendapatkan nilai yang bagus untuk modal ikut tes di perguruan tinggi negeri, rudi pun juga senang namun itu hanya kesenangan palsu yg ditunjukkan nya kepada orang tua nya, berbeda dengan tono yang selalu disupport oleh orang tuanya, rudi pun merasa dia tidak pernah mendapatkan nya dan jalan satu-satunya adalah berpura-pura senang untuk orang tuanya, kadang kala dia merasa iri kepada tono, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Bersambung...