sore itu toko LIMAN bener bener ramai Ali dan pedagang baju yang berada diemperan depan toko berbincang menanyakan Nama RADIT yang Ali tanyakan kepada pedang baju tersebut beberapa saat Ali Dan Jon nama pedang baju terlihat akrab sambil menikmati segelas kopi ditrotoar ,jon adalah pemuda asal padang Sumatra dan ngga jauh beda bahasa sama Ali yang sama sama dari pulau sumatra ,jawab jon radit tidak datang pada pagi dan sore tetapi dia datang pas malam hari selesai Isya karwna suda biasa radit adalah seniman tatto temporary jalanan diMalioboro sambil berbincang pengalaman pamitlah ALi melanjutkan jalan jalan pertamanya di Malioboro Kota Yogyakarta jabat tangan ali segera pergi dari lapak Jon menuju selatan arah keraton ,hari sdh mulai gelap Azan maghrib sambil bertanya dimana letak masjid terdekat bergegaslah Ali menuju masjid ,selesai sholat kembali melintas teotoar dan bertanya tanya adakan penjual lukisan disini tanya Ali kepada pedagang dompet kulit dibawah tiang papan nama Toko Batik ,sambil menunggu malam tiba untuk segera bertemu dengan Radit ,terlihat beberapa pemuda mengamen diseberang jalan tepat didepan warung lesehan pinggir jalan ,ali mengamati dengan swksama lagu demi lagu yang dibawa oleh pengamen dengan gitar dan bongo,setelah selesai pengamen meminta uang kepada para pengunjung Ali menghampiri para pemuda itu dan meperkenalkan diri yang ingin juga ikut mengamen mencari uang untuk makan ,dengan sedikit bekal bermain gitar dikampung alipun memberanikan diri menyanyi sebuah lagu melayu
disaat nada nada merdu suara Ali melantun salah satu pengunjung memanggil Para pemuda itu untuk memyanyikan lagi melayu bersama sama beberapa lagu Ali mulai memikat banyak pengunjung yang terpukau suara Ali yang merdu dan nanda tinggi ,dengan senang hati pengunjung yang mengundang mereka beberapa uang lembaran 50.000an dikasih kepada ali yang binggung antara dia atau kelompok pengamen yang menerima sedang merwka. saja juga baru kenal ,saat Ali dan pengamen tadi berbincang bincang akhirnya bersama sama Ali diajak ke lorong samping pasar tempat menyimpan gerobak para pedagang selesai jualan malam hari ,sambil memperbaiki satu persatu pemuda pemuda itu menyodorkan segelas Anggur yang sdh disiapkan untuk diminum saat sedang banyak uang dari hasil mengamen, Ali menolaknya karena Tidak terbiasa dengan minuman beralkohol ,beberapa saat ali terdiam sambil melihat lihat letak jam digudang yang remang dan pengap,Adzan Isya berkumandang Alipun segera pamit kepara pemuda karena ada janji sama Radit kawan baru yang belum juga ketemu sore tadi ,twrtegunlah para pengamen dan bertqnya kepada ali kom kenal sama Radit ,pa yg dimaksud ali radit tatto? ..iya sedang Radit adalah salah satu sosok yang durhaka didaerah hotel mutiara yang nota bene adalah para seniman jalanan yang hidupnya bergantung pada keramaian malam hari ,dan disegani disana ,setelah jangan gangguan alimpun diberikan selembar uang 50 000 dari hasil mengamen tadi ,dengan senang hati ali mengantongi dan melangkah pergi ,sampai didepan toko LIMAn kembali bertemu dengan Jon penjual baju ,dan melanjutkan perlindungan hang sempat terputus dan bercerita pengalaman yang baru saja dia alami dengan para musik jalanan malioboro ,jon tertawa samb menepuk pundak Ali sambil berkata mantap bro ...,ini malioboro bukan kampung halaman yang sepi dari hiruk pikuk kota wisata ,sebuah gerobak Ronde lewat dipangilah penjual Ronde dan jon memesan 2 manggung u tuk dinikmati bersama ali ,sudah makan ? tanya Jon pada ali sudah jawab ali ,ini Ronde minuman khas Jogja sedikit aneh bagimldah ali yang terasa asing melihat isi dari mangkuk ronde ,rasa jahe mnyevbar diseluruh tubuh ali. hangat mulai terasa dan kacang goreng g**g dikunhahnya seakan menjawab inilah yang dia inginkan keramas dan kebaikan dalam berteman adalah kunci jalan menuju sukses,malam semakin ramai jam menunjukan pukul 20 28 raditpun masih belum juga tiba rasa penasaran pada siri ali semakin terasa dan teringat Tas hang ditiripkan pada pak Misdi juga kwatir warung sudah tutup.