Daviant tak pernah menyangka bahwa hari yang telah Ia tunggu selama hampir satu tahun ini akhirnya tiba. Mendapatkan kesempatan untuk kembali memandang sang mama dari jarak dekat dan berada dalam pelukan hangatnya. Mungkin kedatangan sang nenek bulan lalu tak sepenuhnya berdampak buruk bagi diri Daviant. Mungkin saja sang nenek juga lah yang menjadi alasan mama kesayangannya datang menjenguk Daviant di kota kecil ini. Anak lelaki itu hanya dapat berdoa bahwa ini tak akan menjadi sekedar harapan palsu baginya. Mengingat telah banyak rasa kecewa yang Ia dapatkan dari keluarga kandungnya sendiri. Diam-diam Daviant mulai merajut rencana menyenangkan untuk dilakukan bersama sang mama di desa ini. Daviant tahu pasti bahwa sang mama sama seperti dirinya yang adalah anak kota asli dan belum pe

