Seorang wanita di pertengahan usia tigapuluhan terlihat tengah duduk menjulurkan kaki di atas karpet berbulu, tangan kanannya tak henti mengelus permukaan perutnya yang semakin terlihat membesar. Tinggal beberapa minggu tersisa dari hari perkiraan lahir si jabang bayi. Bibir Alisa terus menyenandungkan nada-nada lembut untuk menenangkan bayi dalam perutnya yang terus bergerak aktif sejak tadi. Ia hanya dapat meresapi dengan sabar semua rasa sakit akibat tendangan-tendangan calon anak pertamanya dan Leo ini. “Sayang, kau merindukan papa-mu?” “Kenapa kau begitu gelisah, nak?” Perlahan si wanita mulai menyandarkan kepalanya pada sisi tembok, saat ini Leo masih berada di tempat kerjanya. Hanya ada dirinya beserta sang bibi yang sedang pergi ke warung, di rumah ini sekarang. Keringat mulai

