Jarum jam baru menunjukkan pukul lima pagi saat Keylani terbangun dan mengerjap-ngerjapkan mata kecilnya pelan. Tangan gadis kecil itu masih betah memeluk sebuah boneka berbentuk bintang dalam dekapannya. Udara dingin yang menusuk tulang membuat Ia sejujurnya enggan bangkit. Tapi kala mengingat bahwa ini adalah hari yang sudah Ia tunggu selama seminggu, makas si gadis kecil mulai bergerak sedikit menguletkan badan mungilnya. Tak lupa dengan kedua tangan yang terentang lebar, lupa menyadari kehadiran seseorang yang kini masih tertidur dalam lelap yang nyaman di samping kiri gadis itu, sosok seorang anak lelaki yang semalam hampir menangis kala melihat bintang..Daviant. Sahabat laki-lakinya tersebut semalam berakhir menginap disini dan tidur bersamanya. Ah pagi yang cukup indah juga untuk

