Bab 22

1611 Words

“DAAAVIIII !!!” Teriakan seorang anak perempuan menyadarkan dirinya, astaga bagaimana bisa Daviant melamun sepanjang Ia mengendarai sepeda. Masih bagus Ia tak terjatuh. Hari ini terasa begitu melelahkan bagi kondisi fisik dan psikis Daviant. Ia rasa dirinya membutuhkan mandi air hangat setibanya dirumah nanti. “DAVI! APA YANG KAU LAKUKAN?! CEPAT KEMARI!!! WARUNGNYA AKAN SEGERA TUTUP!” Suara Keylani kembali terdengar keras membelah angin, uh Daviant merasa sedikit malu karena kini beberapa orang tengah menatapnya tajam. Tentu saja karena mereka merasa terganggu dengan teriakan menggelegar sahabat perempuannya itu, apalagi waktu baru saja memasuki senja seperti ini, dimana orang-orang baru kembali ke rumah setelah seharian lelah bekerja. Daviant turun dari sepedanya dan mendorong pelan me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD