BAB 40

1636 Words

Setelah selesai mencuci muka dan berganti pakaian, Hazanah duduk di kursi makan, di mana sang suami sudah menunggunya, Hazanah terkekeh melihatnya, melihat suami yang kini menatap lekat makanan yang sudah di tata oleh pelayan hotel. "Doa dulu, Mas." kataku. Rafiz terkekeh dan menutup matanya, entah apa yang ada dalam doanya, lalu mencicipi satu persatu makanan yang sudah mengganggu pikirannya sejak tadi. "Mas, kamu gak makan malam bersama klienmu?" tanya Hazanah. "Hm? Oh... tadi pengen makan, tapi mengingatmu, aku jadinya nolak tawaran klienku untuk makan malam." "Mengingatku?" "Hem... aku hanya berbuka puasa dengan kopi saja, aku pikir kamu sudah kembali ke hotel." "Oh, tadi itu aku ke Galata Bridge bersama Ahad, di sana ramai sekali, banyak orang yang juga menikmati sunset sembari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD