Sepotong rasa

2281 Words

Rangga menusuk manik mata hitam Jenaka dengan tatapan tajam saat dia kembali ke mobil. Jenaka bergedik ngeri melihat kilatan itu, Rangga mengeluarkan dua lembar uang seratus ribu dan menyerahkannya pada Jenaka. “Em, sebentar, Pak!” Jenaka merogoh sakunya, mengambil pecahan dua puluh ribu dan sepuluh ribu yang ternyata pas berjumlah lima puluh ribu rupiah sebagai kembalian uang dari Pak Rangga. “Makasih ya, Pak! senang bekerja sama dengan anda” ucap Jen girang memasukkan uang itu ke dalam saku celananya. Air wajah Rangga masih tawar, Jen mendadak tidak enak hati, dia mulai merunut kalimat sebelah mana kira-kira yang melukai perasaan Dosen ini? Atau Jen membuatnya tersinggungg? Jen ingat sesuatu, dia dua kali mengatakan bahwa dia sudah punya pacar, harusnya Jen lebih bisa menjaga mulut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD