Dering ringtone handphone milik Iselin tidak berhenti sejak lima menit yang lalu. Pemiliknya baru saja menyelesaikan kegiatan domestik baru sempat untuk memeriksa panggilan yang tampaknya sangat darurat tersebut. Nama Medina tertera di layar ponselnya, ada sepuluh panggilan tidak terjawab dan puluhan pesan lainnya. Sepertinya memang sangat darurat sekali. Iselin pun lekas menghubungi nomor Medina kembali. Pikirannya bergelut, sebenarnya hal apa yang darurat sampai Medina menghubunginya berkali-kali. Apakah ada sesuatu yang buruk menimpa Medina? Sungguh, Iselin tidak bisa membayangkannya. Ia mulai menggigiti kuku jempolnya sebagai bentuk rasa gelisah. Beruntung pada deringan ke-lima panggilan itu segera mendapat balasan. Terdengar suara Medina menggelegar di ujung saluran. Sampai Iselin

