Menelan Ludah Sendiri

1408 Words

“Perpisahan bukan sebuah hal yang diinginkan oleh siapapun.” –Rhaevan Adinata ** Hujan begitu lebat mengguyur tubuh Rhaevan, langkahnya gontai tak beraturan, di tangannya terdapat sebuah botol minuman. Pria itu baru saja diusir dari sebuah bar karena hampir saja meninju bartender di sana. Langkah Rhaevan yang tidak beraturan itu terhentikan oleh seseorang yang memegang pundaknya setelah dirinya hendak menyeberang tapi tidak tahu ada mobil melintas dengan cepat. “Kau mau mati ya?!” Rhaevan hanya mengangguk samar tanda berterima kasih, setelah menghardik Rhaevan, pria itu membantunya mencari taksi. Rasanya bukan lagi mau mati. Dirinya sudah seperti seseorang yang hidup tapi tidak memiliki jiwa sama sekali. Padahal enam bulan yang lalu, saat Clarice hadir dalam hidupnya, semangat jiwan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD