13. Pikiran Lisa?

987 Words

Mimpi buruk. Banyak pikiran. Sakit kepala. Ketiga hal yang sedang melanda Lily. Dia duduk di meja makan untuk menikmati sarapannya berupa waffel dan sosis. Aroma lezatnya tidak mampu merangsang kepalanya untuk rileks. “Kopi krim lagi!” perintah Martin masih melihat koran paginya. Itulah gunanya pelayan di ruang makan. Martin selalu begitu. Dia tahu-tahu meminta lagi dalam hitungan menit. Sekalipun sudah tiga cangkir kosong di atas mejanya. Lily memperhatikannya di kursi seberang. Dia tidak percaya semalam memimpikan orang seperti itu. Namun mimpinya cukuo nyata sampai tidak mungkin disebut “mimpi”. Seorang pelayan laki-laki menyuguhkan kopi berlapis krim di atas meja. Kemudian segera menyingkir setelah berkata, “Ini, Tuan.” “Hmm,” sahut Martin melipat korannya lagi dengan wajah cembe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD