Raja Perjaka

1360 Words

"Ah ... ah, oh ... ah ... ah." Sera membelalakan matanya dan langsung mematikan teleponnya saat menyadari itu suara apa. Wajahnya merah bahkan tak berani menatap Raja. "Sialan, ngapain di angkat sih," ucapnya kesal. Sementara Raja duduk salah tingkah dengan pipi yang tak kalah merah dari Sera. Raja berdehem lalu mengambil gelas kopi yang dia beli dalam perjalanan, namun dia justru tersedak karena meminumnya terburu-buru. Sera yang melihat itu hanya tertawa. "Salting, ya?" Sera kembali tertawa. "Sorry aku lupa lagi berhadapan sama perjaka. Ya ampun, telinga kamu udah ternoda." Tawa Sera tak berhenti, hingga dia mendengar suara berat Raja. "Ya, dan kamu tahu kan untuk siapa aku menjaga keperjakaanku?" Tawa Sera terhenti, tatapannya kini beradu dengan Raja yang menatap dengan mata tajam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD