"Mas ... tolong, sakit!" Zara menatap Aryan penuh permohonan hingga Aryan menghampiri dan segera menggendongnya untuk segera ke rumah sakit. Aryan menuruni anak tangga dengan wajah panik darah yang merembes dari bagian inti Zara tak berhenti mengalir bahkan mengaliri telapak tangannya, baru akan mencapai pintu Aryan melihat mamanya turun dari dalam mobil. "Aryan? Kenapa dia?" tanyanya dengan tak kalah panik dari Aryan, bagaimana pun melihat darah yang begitu banyak tentu saja dia khawatir terjadi sesuatu pada bayi Zara. Bagaimana pun bayi itu juga calon cucunya. "Nanti aku jelasin Ma, Aku harus bawa Zara ke rumah sakit dulu," ucap Aryan terburu-buru. "Kalau gitu naik mobil Mama aja." Lisa membuka pintu mobilnya dan Aryan segera masuk, sementara dirinya duduk di sebelah supir. "Kerumah

