Bab 22

1243 Words

Tanpa terasa waktu menunjukkan pukul 18.30 malam. Semua makanan sedang disajikan para pelayan, makanan yang diracik dan dimasak sendiri oleh Zelin bersama Nyonya Renata. Sembari menunggu para lelaki pulang dari kantor nyonya Renata meminta Zelin beristirahat di kamar yang dulunya dipakai Alan. Ah, aku lelah.. Tante Renata tidak seperti bayanganku saat nonton sinetron ibu mertua galak yang nyebelin, dia begitu hangat dan menyenangkan.. Bagaimana bisa dia punya anak yang sifatnya berbeda seratus delapan puluh derajat dengannya.. Zelin merebahkan dirinya diatas kasur busa empuk tersebut. Ia mengamati langit-langit kamar dan memandangi sekitarnya. Ini kamar kak Alan sewaktu kecil, bahkan kamarnya waktu kecil sebesar ini.. Wajar sekarang dia bangun kamar yang lebih besar, berapa meter kir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD