Bonus Chapter

774 Words

Lima tahun kemudian... Sudah lama Luna tidak berada di ruang kaca ini—ya, ia sekarang berada di rumah Dimas. Ribuan alasannya untuk tidak kembali kerumah ini pun masih kurang untuk Dimas. Sesungguhnya Luna masih takut bertemu dengan Papa Dimas, mengingat pertemuan pertama dengannya tidak berlangsung baik. "Luna," suara Dimas mengejutkan Luna yang sedang melamun. "Es krim?" "Terima kasih." Kata Luna seraya menerima es krim yang diberikan Dimas. "Lo kenapa bengong sih? Lagi mikirin apa?" Luna menggeleng. "Gue cuma lagi ngeliatin Kendall Jenner pake daster sambil lari." Tawa Dimas pecah mendengar ucapan Luna. "Itu jokes lama gue, Lun!" "Ha ha ha, so funny." "Lo nggak bisa bilang kalau itu nggak lucu, karena dulu lo sempet ketipu sama jokes itu." "Terserah." Luna bangkit dari tempatn

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD