Bab 2 Kejadian setelah terbangun dari tidur panjangnya

1095 Words
Berawal dari Renata sedang berdzikir kepada Allah dan dia pun mendengar suara ada yang menyebut Allah juga selain dirinya Renata mencari sumber suara tersebut siapa yang ikut berdzikir setelah mencari sumber suara itu berasal dari semut, dia pun ikut berdzikir kepada Allah makhluk ciptaan-Nya, dilanjutkan Renata berdzikir ia pun mendengar lagi suara yang mengikuti berdzikir kepada Allah setelah mencari sumber suara itu berasal dari pepohonan rerumputan bunga dan lain-lain yang termasuk ciptaan Allah ikut serta berdzikir. Subhanallah inilah kebesaran Mu mereka pun ikut menyebut nama Mu. Renata jadi peka dengan telinga nya yang tidak bisa di dengar oleh manusia umumnya. Saat ini Renata masih sekolah di SMK swasta dia duduk dikelas 2 SMK, pada suatu saat Renata hendak pulang dari sekolah Renata ingin naik kedalam angkot tiba-tiba kenek yang berteriak jurusan itu menepuk pantatnya Renata spontan langsung menggampar laki-laki yang kurang ajar itu dan bibirnya berdarah padahal Renata tanpa melihat menggampar laki-laki itu. dari situlah Renata mengetahui dan mendapat pelajaran dari kejadian itu Renata tidak ingin menyakiti orang dengan kekuatan nya. Renata beranjak dewasa dan sudah menyelesaikan sekolahnya Renata pun mulai mencari pekerjaan dan akhirnya Renata diterima kerja sebagai buruh Pabrik textile industri handuk awalnya Renata tidak mencurigai pabrik itu namun setelah Renata kena shift malam Renata melihat sesuatu yaitu makhluk astral di pabrik itu Renata heran kenapa dia menampakkan diri pada malam hari ada genderuwo yang hitam tinggi, berbulu lebat sekujur tubuhnya dan mata yang menyala berwarna merah ada juga sosok pocong yang mukanya sudah rusak dan ada juga sosok kuntilanak dasternya berdarah-darah seperti sarang mereka banyak sekali makhluk astral di pabrik itu. Renata seperti biasa mengerjakan pekerjaan nya tanpa menghiraukan makhluk astral tersebut. pada saat itu Renata kebagian pegang mesin no urutan 25-30 dan mesin di no 30 itu pun mengalami kendala mesinnya mengalami kusut semua benang dari ujung ke ujung kusut semua Renata pun kewalahan memperbaiki kekusutan yang terjadi di mesin pemintal benang itu dan pada saat kekusutan itu terjadi ada yang datang menghampiri Renata di mesin no 30 itu Renata beranggapan bahwa wanita itu ada lah temannya yang satu Shift dengannya. Renata berkata kepada wanita itu "untung saja kamu datang membantu ku disini mesinnya kacau tiba-tiba kusut semua tolong bantuin aku." tetapi wanita itu hanya diam saja hanya melihat Renata yang sedang sibuk perbaiki benang yang kusut. Seketika itu pun Renata merasa hanya diperhatikan saja dengan sosok wanita yang ada disampingnya itu dan Renata pun menoleh sambil berkata " hey kenapa kamu hanya menatap ku tidak membantu ku." Disaat itu Renata tersadar bahwa yang disampingnya itu bukan buruh pabrik yang bekerja disitu melainkan arwah. Renata terkejut melihat sosok wanita yang berada disampingnya itu dengan wajah yang hancur kepala yang separuh hancur mata sebelahnya ingin keluar itu. saat itu pun Renata melihat kejadian kematian dari sosok wanita itu. Wanita itu mati dengan tragis di mesin no 30 itu karena rambutnya yang panjang sampai masuk kedalam mesin pemintal benang kepalanya pun jadi ikut tergilas oleh mesin pemintal itu dan akhirnya meninggal. Sosok wanita itu minta pertolongan dari Renata meminta untuk bisa lepas dari tempat itu dan kembali ke tempat yang seharusnya sosok bernama Kurniasih dia memohon kepada Renata untuk pulang. " Tolong... tolong.... tolong saya, saya tahu kamu bisa melihat saya maka dari itu saya datang meminta pertolongan dari kamu." ujar sosok wanita itu alias Kurniasih. " Apa yang bisa saya bantu untuk kamu.?? begini saja dulu kamu bantu aku untuk perbaiki kekusutan yang ada di mesin ini dan permudah aku bekerja setelah selesai nanti kita bicarakan lagi kelanjutan untuk aku bisa menolong kamu gimana." Kurniasih akhirnya menyetujui perjanjian itu dan membantu kekacauan yang memang itu ulah dari dirinya juga. Sebelum jam kerja selesai Renata sudah menyelesaikan semua target yang ditetapkan oleh pabrik itu dan Renata hanya menunggu jam kepulangan saja. kenapa Renata bisa secepat itu mengerjakan tugas target yang ditetapkan karena Renata dibantu oleh Kurniasih agar Renata bisa membantu nya untuk bisa keluar dari pabrik itu. Teman-teman Renata heran karena begitu cepatnya Renata menyelesaikan tugas dengan target yang ditetapkan malah melebihi dari target yang ditetapkan dan dia bisa santai menunggu jam kepulangan saja, memiliki kemampuan apa ya Renata kasak kusuk teman sekerjanya itu pun ramai diperbincangkan. Kurniasih menagih janji Renata tadi. " Sekarang pekerjaan mu sudah selesai sekarang waktunya kamu bantu saya dari belenggu ini." ujar Kurniasih. " Sebentar aku masih tidak paham kenapa kamu masih ada di sini coba kamu ceritakan ke aku dulu biar aku bisa tahu gimana caranya kamu untuk bebas." " Aku meninggal itu bukan karena kecelakaan maut saja Ren, melainkan ada hal yang membuat saya jadi celaka." " Maksudnya ada hal yang sengaja membuat mu celaka itu apa." " Hal yang membuat saya celaka adalah pabrik ini menanam sebuah pesugihan yang akan meminta tumbal dari para pekerja di sini. Bukan saya sendiri korban yang tewas di sini ada kawan-kawan saya disini juga terperangkap di dalamnya." " Sekarang dimana teman-teman kamu itu...?? dan kenapa hanya kamu yang berada disini sekarang." Banyak sekali teka-teki dari semua kejadian yang terjadi di pabrik itu dan membuat Renata penuh tanya. " Mereka terkurung di satu tempat yang biasa dijadikan tempat untuk menyimpan sesaji disana." ujar Kurniasih. " Lalu kamu kenapa bisa keluar dari tempat itu.??" " Saya bisa keluar dari tempat itu saya menukar jiwa yang tidak bersalah untuk menggantikan posisi saya dan ternyata saya salah saya dibodohi, saya tetap tidak bisa keluar dari tempat ini hanya bisa berkeliaran disekitar pabrik ini saja saya tetap terkurung." " Lalu apa yang bisa aku lakukan.?" Renata penuh tanya " Kamu bisa membuka pelindung pabrik ini yang tidak bisa kami lalui Ren." " Hah... aku gimana caranya aku pun tak tahu Kur..!!" " Hahahahaha....." Kurniasih tertawa dengan keras memekikkan telinga Renata. " Kau masih berlaga tidak mampu atau kamu mau ingkar sama janji kamu." Kurniasih mulai marah. " Tunggu aku mau bantu kamu tapi memang aku jujur aku tidak tahu caranya. Tolong beri tahu aku bagaimana cara nya." " Baik sepertinya kamu tidak sadar dengan kemampuan yang kamu miliki ini dan belum pernah kamu gunakan juga benar begitu kan." " Memangnya aku miliki kemampuan apa Kur...??." " Kamu bisa peka sama semuanya yang ada di alam semesta ini, kamu pun bisa melihat yang tidak bisa dilihat orang lain kamu pun bisa melihat kejadian sebelum dan sesudah. kenapa saya bisa berkata begitu karena kamu bisa melihat kejadian kematian saya di mesin no 30 itu." " Oke saya akan mencoba untuk melihat kejadian apa sebelum pabrik ini didirikan terlebih dahulu agar aku bisa tahu dimana letak pintu pelindung agar kalian bisa bebas, beri aku waktu sebentar ya." " Oke silahkan, dengan senang hati saya menunggu." ujar Kurniasih.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD