Pokoknya jangan tanya perasaan Amira dan Arbian saat pegangan tangan. Pastinya detak jantung mereka sedang jedag jedug dugem. Sayangnya Amira tetap memungkiri perasaannya pada Arbian. "Aa lepasin tangannya, jangan kelamaan gandengan tangannya kayak mau nyebrangin anak TK saja," gerutu Amira yang sudah berdiri di samping mobil. "Hehehe, maaf. Aa kira memang lagi gandeng anak TK." Arbian melepaskan tangannya yang memegang erat tangan Amira. "Apaan sih? Anak TK dari Hongkong.Buka kunci mobilnya A." Arbian membuka kunci mobil pakai remote yang ditangannya. 'Neng, Neng. Pegangan tangan saja membuat Aa pengen menghalalkanmu,' Arbian bicara dalam hatinya, matanya melihat Amira yang baru membuka pintu mobil. "Neng, ada yang mau dibeli lagi?" Tanya Arbian setelah keduanya masuk ke dalam m

