Akhirnya kami sampai di The Trees setelah berkendara kurang lebih dua setengah jam. Alex mengebut, dan tubuhku terasa remuk. Begitu mobil berhenti di pelataran The Trees, aku langsung turun. Kurebahkan tubuhku di teras, lalu menghela napas lega. Alex menyusulku, kemudian Andy dan Jessy. Kami semua tidur terlentang dan berjajar menatap langit gelap menjelang pagi. “Aku tidak pernah berpikir, kejadian seperti ini kurasakan dalam hidupku. Seperti film dan sama sekali tidak seru,” celetuk Andy. “Meski sebuah film, syuting tidak seseru itu, Andy,” balasku lalu aku menarik napas dalam dan mengerang. Alex langsung menatapku ketika aku mencengkeram perutku. Buru-buru dia mengangkat bajuku. “Jake Mirlan?” tanyanya. Perutku mulai berwarna kebiruan dan berbentuk bulat. Aku menggeleng. “Si penja

