Bab 27

1239 Words

Aku tidak percaya ketika melihat namamu di layar ponselku. Sungguh aku tidak yakin kau benar-benar menghubungiku,” ujar Nicholas senang setelah makanan pesanan kami datang. “Nick, jangan berlebihan. Aku ingin minta maaf padamu tentang kata-kataku yang kemarin. Aku sungguh menyesal meneriakimu seperti itu,” jawabku dengan salah tingkah. “Justru aku yang minta maaf padamu karena membuatmu marah. Aku seharusnya tidak memaksakan diri untuk sok tahu tentang kehidupanmu. Aku juga menyesal.” Pelayan datang dan menawarkan anggur. Nicholas mempersilakannya untuk mengisi gelasnya sedangkan aku menolaknya dan memesan teh kepadanya. “Kau tidak perlu menyesal Nick. Aku yang benar-benar mempermalukan diri karena sudah meneriakimu. Aku bereaksi berlebihan,” lanjutku lagi dengan sungguh-sungguh. “Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD