Bab 33

1609 Words

Hari yang menyenangkan dan melelahkan bercampur menjadi satu. Aku masih merasakan euforianya ketika berada di dalam taksi menuju rumah Irene, ibu Alex. Tempat tinggal Irene ternyata tidak begitu jauh dari arena. Aku menepati janjiku pada Alex untuk ikut mengunjungi ibunya. Tim yang lain tak bisa ikut karena harus mengepak sisa barang yang ada di paddock. Taksi menurunkan kami di depan rumah yang wow, sungguh Paris menurutku. Seperti dongeng. Rumah itu dibangun dengan batu bata dan atap yang dicat dengan warna putih yang membuatnya seolah sedang tertutup salju, lalu dinding menuju ke atap tertutupi daun yang merambat. Rumah itu terdiri dari dua lantai dengan atap lebar khas Paris. Di salah satu kamar, tampak sebuah balkon sederhana yang lebar dan menonjol. Di atapnya tergantung tanaman-ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD